Minggu, 30 Maret 2014

Pengungkapan dan Pelaporan Akuntansi Internasional



 
PENGUNGKAPAN DAN PELAPORAN AKUNTANSI INTERNASIONAL
 
IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standar Board (IASB). Standar AkuntansiInternasional disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan StandarAkuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), OrganisasiInternasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasional(IFAC).
 International Accounting Standar Board  (IASB) yang dahulu bernama International Accounting Standar Committee (IASC), merupakan lembagaindependen untuk menyusun standar akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuanmengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yangberkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diperbandingkan (Choi et al.,1999).
Natawidnyana (2008) menyatakan bahwa sebagian besar standar yangmenjadi bagian dari IFRS sebelumnya merupakan International AccountingStandars (IAS). IAS diterbitkan antara tahun 1973 sampai dengan 2001 olehIASC. Pada bulan April 2001, IASB mengadopsi seluruh IAS danmelanjutkan pengembangan standar yang dilakukan.
 International Financial Reporting Standars mencakup:
• International Financial Reporting Standars (IFRS) – standaryang diterbitkan setelah tahun 2001
• International Accounting Standars (IAS) – standar yangditerbitkan sebelum tahun 2001
• Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) – setelah tahun2001
• Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committee (SIC) – sebelum tahun 2001Secara garis besar ada empat hal pokok yang diatur dalam standarakuntansi. Pertama, berkaitan dengan definisi elemen laporan keuangan atauinformasi lain yang berkaitan. Definisi digunakan dalam standar akuntansiuntuk menentukan apakah transaksi tertentu harus dicatat dan dikelompokkan ke dalam aktiva, hutang, modal, pendapatan dan biaya. Yang kedua adalahpengukuran dan penilaian. Pedoman ini digunakan untuk menentukan nilaidari suatu elemen laporan keuangan baik pada saat terjadinya transaksikeuangan maupun pada saat penyajian laporan keuangan (pada tanggalneraca). Hal ketiga yang dimuat dalam standar adalah pengakuan, yaitukriteria yang digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan sehinggaelemen tersebut dapat disajikan dalam laporan keuangan. Yang terakhiradalah penyajian dan pengungkapan laporan keuangan. Komponen keempatini digunakan untuk menentukan jenis informasi dan bagaimana informasitersebut disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan. Suatu informasidapat disajikan dalam badan laporan (Neraca, Laporan Laba/Rugi) atauberupa penjelasan (notes) yang menyertai laporan keuangan (Chariri, 2009).
Menurut Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), tingkatpengadopsian IFRS dapat dibedakan menjadi 5 tingkat:
1.Full Adoption
 Suatu negara mengadopsi seluruh produk IFRS danmenerjemahkan IFRS word by word 
ke dalam bahasa yang negara tersebut gunakan
2. Adopted 
Mengadopsi seluruh IFRS namun disesuaikan dengan kondisidi negara tersebut.
3.Piecemeal
Suatu negara hanya mengadopsi sebagian besar nomor IFRSyaitu nomor standar tertentu dan memilih paragraf tertentusaja
.4.Referenced 
Sebagai referensi, standar yang diterapkan hanya mengacupada IFRS tertentu dengan bahasa dan paragraf yang disusunsendiri oleh badan pembuat standar.
5. Not adopted at all
 Suatu negara sama sekali tidak mengadopsi IFRS.Pada tahun 2009, Indonesia belum mewajibkan perusahaan-perusahaan listed  di BEI menggunakan IFRS, melainkan masih mengacukepada standar akuntansi keuangan nasional atau PSAK. Namun pada tahun2010 bagi perusahaan yang memenuhi syarat, adopsi IFRS sangatdianjurkan. Sedangkan pada tahun 2012, Dewan Pengurus Nasional IAIbersama-sama dengan Dewan Konsultatif SAK dan DSAK merencanakan akan menerapkan standar akuntansi yang mendekati konvergensi penuh kepada IFRS.



Studi Kasus Pada PT. Garuda Airlines
Gauda Airlines  menganut konsep harmonisasi dimana Garuda Airlines menggunakan IFRS dan standar dari AICPA apabila PSAK tidak mengatur perlakuan akuntansi untuk sebuah item. Namun apabila PSAK mengaturnya, maka standar yang dipakaikembali mengacu kepada PSAK. Alasannya adalah karena PSAK masihbelum mempunyai rules yang lengkap tentang perlakuan akuntansi untuk jasapenerbangan. Sedangkan untuk  item – item lain, peraturan pada PSAK telah mampu menjawab cara – cara pelaporannya.
Proses adopsi dan aplikasi IFRS pada Garuda Airlines terdiri dari 3 tahap.
1.      Pemahaman tentang IFRS dan PSAK serta pemahaman tentang  persamaan dan perbedaan keduanya.
2.      Mempersiapkan SDM dengan IFRS capability.
3.      Pengembangan software
Proses pengaplikasian IFRS pada Garuda Airlines terdiri dari 2 tahap, yaitu
1.      Pembuatan laporan keuangan yang terdiri dari input data dan interpretasi hasil.
2.       pembuatan laporan konsolidasi.

Setelah semua tahap tersebut selesai laporan keuangan siap untuk diaudit, dilaporkan,dipertanggungjawabkan, dan diterbitkan.
 
Nama               : Wendhy Asmoro
NPM               : 28210473
Kelas               : 4 EB 21
Mata Kuliah    : Akuntansi Internasional

Refrensi :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar